oleh

Amerika Kirim 1000 Rudal ke Arab Saudi

Jakarta— Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi merupakan sekutu sejak lama. AS mengamankan sejumlah objek vital minyak Saudi dari sejumlah gangguan, termasuk kelompok pemberontak.

Kedepannya, AS melalui Boeing akan mengirimkan 1.000 lebih rudal ke Arab Saudi. Rudal tersebut bukan hanya jenis air-to-surface (ASM) tapi juga anti-ship missile (AShM).

Sebagaimana dikutip dari AFP, Pentagon mengumumkan hal itu secara resmi Kamis (14/5/2020). Boeing, perusahaan pembuat pesawat asal AS itu mendapat kontrak senilai US$ 2 miliar untuk pengiriman ini. Kontrak pertama senilai US$ 1,97 miliar. Kontrak ini terkait modernisasi rudal jelajah SLAM ER serta pengiriman 650 rudal baru untuk mendukung pemerintah.

Kontrak ini akan selesai di Desember 2028. SLAM ER atau AGM-84H/K adalah rudal jelajah canggih yang dibuat Boeing Defense Space & Security untuk Angkatan Bersenjata AS dengan jangkauan hingga 290 kilometer (km).

Di kesempatan yang sama, Pentagon juga mengumumkan kontrak lebih dari US$ 650 juta untuk pengiriman 467 rudal Harpoon Block II. Sebanyak 400 di antaranya juga ke Arab Saudi.

“Sisanya akan dikirim ke negara seperti Brasil, Qatar, dan Thailand. Ada juga peralatan pendukung lain yang dipasok ke India, Jepang, Belanda, dan Korsel,” tulis AFP mengutip Pentagon.

Sementara itu, Boeing mengatakan memang memulai kembali produksi SLAM ER. Terakhir SLAM ER diperdagangkan tahun 2008, dengan kontrak US$ 3,1 miliar.

Meski demikian per awal Mei lalu, AS sempat menarik 300 pasukan dan rudal canggihnya “Patriot” dari negeri kaya minyak tersebut. Dari sumber, AS melakukan hal tersebut karena menilai situasi keamanan Saudi sudah lebih kondusif dan tak akan ada gangguan dari lawan di kawasan, yang dirujuk AS ke Iran.

Boeing Defense Space & Security adalah perusahaan gabungan perusahaan dirgantara AS. Antara lain Boeing Military Airplane Company, Hughes Satellite Systems, Rockwell International.

Komentar