oleh

Gubernur Irwan: Pasien Positif Corona Sumbar Meningkat Tajam, Justru Bagus

-News, Ranah-4.643 views

Limbago.id – Bila  jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid 19 setiap harinya menaik tajam, itu bukan berarti kondisi Sumbar semakin buruk. Tetapi justru lebih baik, karena  Sumatera Barat sudah bergerak cepat menangani penyebaran virus Covid 19.

Hal ini diungkapkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam pertemuan video call bersama pengurus PWI se Sumatera Barat, Minggu (10/5/2020)  sore.  Menurut Gubernur Tim Gugus Tugas bersama Pemprov Sumbar  sudah bekerja maksimal dan sangat cepat. Secara jam kerja, tim laboratorium Universitas Andalas memeriksa sebanyak 500 – 600 sampel swab pasien  setiap hari. .

“Secara jumlah, memang terus meningkat, bahkan pada beberapa hari belakangan sangat tajam peningkatannya. Tapi itu bukan berarti kondisi Sumbar semakin buruk. Secara data, di Sumbar, 72 persen dari jumlah sampel yang diperiksa adalah orang-orang yang berpotensi menyebarkan virus seperti ODP dan OTG. Bukan dari pasien yang sudah di rumah sakit. Jadi dengan begitu, kita berusaha dengan cepat memutus rantai penyebaran,” ungkap Irwan.

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam itu  membahas banyak hal terfokus pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 2 yang masih berlangsung sampai tanggal 29 Mei 2020. Secara kasat mata, menurut Basril Bayar Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar, masih terlihat banyaknya warga terutama di pasar-pasar dan jalan raya yang belum mematuhi protokoler kesehatan sesuai PSBB. Seperti banyak yang tidak menggunakan masker. Menurutnya, ketidakpahaman warga terhadap dampak Virus itu sendiri masih kurang hingga diperlukan sosialisasi lebih banyak lagi.

Hal ini ditampik Gubernur Sumbar. Warga tidak menggunakan masker, kata Irwan bukan semata-mata karena tidak tahu dan tidak paham. “Saya yakin bila ditanyakan pada mereka tentang penggunaan masker mereka akan jawab sudah tahu. Tapi kenapa mereka tidak menggunakannya? Hanya persoalan mau atau tidak,” ujar Irwan yang menyetujui kalau sosialisasi protokoler kesehatan dalam PSBB harus terus dilakukan. Kalau masih banyak yang “mada”, itulah “kurenah” mereka.

Selain itu, Gubernur juga menanggapi persoalan yang dikemukakan oleh PWI Solok Selatan dimana ada OTG yang berkeliaran di tempat umum. .Masyarakat yang paham terkait penyebaran virus ini merasa panik dan takut tertular. “Bila tak bisa diberitahukan oleh orang lain, sebaiknya aparat kepolisian yang melakukan. Karena orang biasa termasuk petugas dinas kesehatan, bahkan satpol PP  bisa saja dilawan dan terjadi keributan. Jadi aparat kepolisian lebih punya wewenang,” tuturnya.

Dalam diskusi yang dipandu Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus, itu, juga terungkap masih banyaknya ASN (Aparatur Sipil  Negara)  yang tidak mematuhi PSBB.  ASN masih bebas berjalan-jalan dan tanpa masker.   Dikatakan Irwan, bagi ASN tidak patuh malahan lebih mudah menindaknya. “Mereka seharusnya membantui pemerintah memberi pemahaman kepada masyarakat umum. Tapi mereka yang ingkar. Nah, pelanggarannya sangat jelas. Dan sanksinya juga jelas, “ tanggap Irwan lagi.

Gubernur Sumbar dalam diskusi ini terlihat sangat respon dan menghimpun seluruh masukan dari PWI Sumbar seperti apa yang disampaikan Sawir Pribadi, Sukri Umar, GUsfen Khairul, Nita Indrawati, Eko Yanche Eddrie, Zulnadi  serta Ketua PWI Tanah Datar, Pariaman dan Bukittinggi.

Diakhir diskusi, Gubernur memberikan harapan, bahwa kondisi di Sumatera Barat Insya Allah akan segera  membaik. “Patuhi PSBB, tetap dirumah, gunakan masker, jaga jarak. Biarkan petugas labor terus bergerak cepat memeriksa sampel. Biarkan Tim Gugus Cepat menyisir pada orang-orang yang berpotensi menularkan. Insya Allah kita lebih cepat mengatasinya,” tutupnya.

Sumber: Padangmedia.com

Komentar