oleh

Ingat!! Besok PSSB Mulai Diterapkan di Sumbar

-News, Ranah-37 views

Limbago.id – Berdasarkan Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dengan Bupati dan Wali Kota yang didampingi oleh Forkompimda Propinsi dan Forkompimda Kabupaten Kota se Sumbar, disepakati bahwa pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Sumatera Barat dimulai tanggal 22 April 2020 hingga tanggal 04 Mei 2020.

PSBB ini nantinya akan dievaluasi dan jika dipandang perlu dapat diperpanjang 14 lagi sesuai situasi dan kondisi.

Dalam PSBB Pemprov Sumbar akan mengikuti secara tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku Permenkes 9 tahun 2020 dan peraturan pemerintah 21 tahun 2020.

“Salah satunya yang ada diperbatasan dengan provinsi lain, kita akan membatasi moda transportasinya dengan pembatasan isi sebanyak 50%, apabila melebihi kapasitas tersebut, kita sudah menyiapkan tenda sembari menunggu moda transportasi lainnya seperti angkot-angkot dan jasa travel yang menawarkan,” kata Irwan Prayitno.

Selain itu gubernur tegaskan dalam melaksanakan PSBB, perlu dimaklumi oleh para perantau dan kemudian juga masyarakat yang ada di dalam provinsi untuk mengikuti aturan PSBB.

“Untuk tetap dirumah, tidak perlu untuk keluar. Kami akan membatasi jumlah aktifitasnya. Untuk pasar akan kita batasi jamnya, yang boleh beroperasi hanya yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan harian. Dan kita tetap mendahulukan langkah persuasif dengan memperdalam sosialisasi,” jelasnya.

Semua aturan itu sudah disepakati

Sementara, untuk teknis karena di Sumbar ada 19 Kota dan Kabupaten, dibuat dalam Pergub di pasal 11, diberikan kewenangan kepada Bupati dan Wali Kota untuk spesifik aturan yang dibuat untuk daerah masing-masing.

Secara umum, Bupati dan Wali Kota setuju semua panduan dari Provinsi, akan tetapi yang kekhasan di Kota dan Kabupaten, karena 19 beda, itu dikembalikan ke Kabupaten dan Kota masing-masing.

“Namun untuk kesamaan pemerintah Kabupaten/ Kota tetap ikuti dalam menghentikan sementara aktivitas belajar dan mengajar di sekolah dan institusi pendidikan lainnya, aktivitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, serta pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi,” jelas Irwan dalam instruksinya.

Selama pemberlakuan PSBB, masyarakat dilarang melakukan kegiatan lebih dari lima orang di tempat. Pengelola tempat atau fasilitas umum wajib menutup sementara tempat atau fasilitas umum untuk kegiatan penduduk selama pemberlakuan PSBB.

“Kecuali kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari, seperti pasar rakyat, toko swalayan, minimarket, supermarket, hypermarket dan toko khusus yang berdiri sendiri maupun berada di pusat perbelanjaan, toko warung kelontong, masih boleh beroperasi,” ujar Irwan.

Irwan Prayitno minta masyarakat memaklumi, pada dasarnya PSBB itu tidak melarang orang keluar rumah. Hanya saja tetap meminta masyarakat bertahan di rumah. Alasannya, untuk memutus mata rantai penularan virus Corona.

Agar PSBB ini jangan di perpanjang lagi, diminta masyarakat untuk mematuhi semua aturan dan protokol pemerintah, sehingga wabah Covid-19 dapat segera diatasi secara bersama-sama.

Kuncinya adalah, tetap di rumah saja. Kecuali pergi berobat, membeli makanan pokok dan hal-hal pengecualian lainnya yang telah diatur oleh pemerintah,” ujar Gubernur.

Sumber: Binews.id

Komentar