oleh

Kasus Corona Melonjak di Sumbar, Wagub: Gak Usah Takut

-News-92 views

Limbago.id – Melonjaknya angka positif Covid-19 di Sumateta Barat dikhawatirkan oleh banyak pihak. Pada Rabu, 27 Mei 2020, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat melaporkan 537 orang warga Sumbar positif Covid-19.

“Deteksi dini harus dipercepat di Sumatera Barat. Dengan angka 537 gak usah takut. Menurut hasil deteksi kita dibandingkan dengan provinsi lain, Sumatera Barat lebih cepat dalam penanganan uji laboratorium, dikarena Kedokteran Unand mempunyai labor sendiri. Jadi samplenya bisa diperikas setiap hari sehingga Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand termasuk terbaik di Indonesia,” ujar Wagub Sumbar Nasrul Abit saat dialog online via zoom bersama Ikatan Apoteker Sumbar dalam rangka Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanggulangan Covid-19, di ruangan rapat Wakil Gubernur Sumbar, Kamis, 28 Mei 2020.

Ia mengatakan, Pemprov Sumbar mengapresiasi tim laboratorium yang bekerja tanpa lelah selama 22 jam. Yang paling luar biasanya, mereka telah melakukan pemeriksaaan sample sebanyak 1.461 dalam waktu 22 jam. Ini pekerjaan tim yang sangat luar biasa dan merupakan rekor pemeriksaan sample swab terbanyak yang pernah ada di Indonesia.

“Deteksi dini adalah kita mencari sebanyak- banyaknya orang terindikasi, mulai dari ODP, PDP dan OTG, itu dicari semua,” katanya.

Wagub Sumbar mengapresiasi tim paramedis yang telah bekerja luar biasa tanpa kenal lelah siang malam, tidak bertemu keluarga, dengan keikhlasan masih tetap bertahan untuk tetap setia merawat dan mengobati pasiennya.

“Semoga pengabdian para medis ini menjadi amal ibadah yang tak terhingga nilainya dan paramedis kita juga diberikan kesehatan dan tetap dalam lindungan Allah SWT, aamin,” ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit menjelaskan, saat ini upaya dilakukan Pemprov. Sumbar dalam menghadapi wabah corona antara lain sudah menyiapkan rumah sakit rujukan Covid-19.

“Yaitu RS M. Jamil, RSAM, RS Unand, RS M.Natsir, RS Semen Padang, RS Reksodiwiryo, dengan total 147 tempat tidur. Kemudian Rumah Sakit Khusus Covid-19, diantaranya RSUD Pariaman dan RSUD Rasidin Padang, dengan jumlah 273 tempat tidur, dan jejaring rumah sakit Covid-19 RSUD Daerah dengan jumlah 563 tempat tidur,” terangnya.

Selain itu, menyiapkan 9 lokasi karantina untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) 5 lokasi dan Orang Dengan Covid Positif Ringan (OD-CPR) di 4 lokasi.

“Empat lokasi karantina ODP diantaranya, Asrama Diklat PPSDM Kemendagri Ragional Bukittinggi di Baso, UPT Asrama Haji Padang Pariaman, UPTD Balai Pelatihan Penyuluhan, Asrama BLK Padang Panjang, Arama BLK Payakumbuh .Sedangkan untuk karantina (OD-CPR) berlokasi di Asrama Diklat BPSDM Prov Sumbar, UPTD Balatkop Dinas Koperasi UKM Prov Sumbar, Asrama Diklat Bapelkes Dinas Kesehatan, Gedung ITC UPTD BPTSD Prov Sumbar Payakumbuh. Dan Inilah sarana-sarana yang kami siapkan mualai dari perlengkapannya, tenaga kesehatan, Dokter beserta Perawatnya itu akan kita siapkan semua,” ucap Wagub.

Nasrul Abit juga menjelaskan, untuk pengendalian akan dilakukan secara edukasi dengan melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami di provinsi saja sudah cukup banyak mengirim surat hampir 100 surat tentang instruksi bagaimana penanganan covid ini mulai dari ke tingkat desa, kelurahan sampai ke tingkat terendah,” katanya

Selain itu, Wagub mengatakan, perlu juga dilakukan tracing, ketika ditemukan satu kasus seperti di pasar raya kemarin, mereka langsung ditracing.

“Dengan siapa yang bersangkutan berhubungan, berhubungan siapa kelurganya, semuanya kita cari, sehingga diisolasi, diswab ke laboratorium Unand ketika hasilnya positif, dengan siapa dia berkomunikasi dan berinteraksi ini yang harus ditracing sehingga dapat ditemukan kasus baru,” cakapnya.

Wagub menjelaskan tentang Isolasi ini juga boleh di rumah dan juga ada tempat disiapkan oleh pemerintah provinsi sebanyak 9 lokasi, ada yang di Padang, Bukittinggi dan Padang Panjang, semuanya sudah tersebar tempat isolasi baik mereka yang positif maupun yang belum, dan yang Pasien Dalam Perawatan (PDP) biasanya sudah diisolasi.

Lebih lanjut, ketika hasilnya positif maka akan dimasukkan kekarantina, dirawat dengan standar covid, mereka akan mendapatkan pengobatan dan dirawat, minimal 14 hari dan ada juga yang tiga minggu.
(ril)

Komentar