oleh

Sumbar Menuju New Normal, Politik Jelang Pilkada Kembali Memanas

-News, Ragam, Ranah-56 views

 Limbago.id – Sebelumnya Pilkada serentak rencananya dilaksanakan September 2020, namun karena wabah virus corona, pemerintah DPR dan KPU
membuat keputusan
Pilkada diundur.

Diundurnya Pilkada serentak pada Desember 2020 ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020. Perppu ini mengatur penundaan pemungutan suara Pilkada
2020 dari September menjadi Desember atau bisa lebih lama lagi tergantung situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Bacalon Kepala Deerah, Pilgub dan wagub yang agak dingin pada masa pendemi, namun dua hari belakangan ini sudah mulai menggeliat, ditambah lagi pemberitan sekda agam dipanggil polda dugaan UU ITE, apakah terhenti sampai sekda atau berlanjut sampai dengan orang nomor 1 di agam.

Hal itu masuk unsur pidana atau lainnya masih dalam proses bisa saja ada kejutan kejutan lain menjelang pendaftaran berakhir di KPU Sumatera Barat

Ketua Perempuan Bangsa , Yasnida Samsudin dalam release nya menyampaikan kepada pimpinan parpol bahwa tidak boleh menafsihkan ruang politik kaum.bundo kanduang, bisa saja pkb mendukung edriana dipasangkan dengan Nasrul Abit Dt Malintang Panai.

“Semuanya masih ada kemungkinan dan peluang, sebelum janur kuning melengkung, sebelum pendaftran di KPU di tutup sebelum pimpinan parpol menanda tangani berkas di kpu tak ada yang tak mungkin” ujar mantan anggota dprd kota padang ini

Perebutan kursi siapa yang akan mendampingi cagub Ir H. Mulyadi, apakah Ali Mukhni atau Shadique Pasadiqoe

Ali Mukni berpeluang karena masih menjabat ketua DPD PAN Sumbar, apakah setelah Muswil PAN ini dukungan Partai masih sama atau berubah bisa saja terjadi, Ali Mukni pernah menjadi Wakil Bupatinya Muslim Kasim dan 2 periode menjabat Bupati Padang Pariaman, tapi dengan hadirnya walikota pariaman Genius Umar bisa saja suara Pariaman ini terbelah

Bagaimana dengan peluang Shadique, FDB institute menyampaikan l, Chemistry Mulyadi – Shadique ini sudah ada 5 tahun yang lalu di singapore, pada last minute menjelang KPU dan pertimbangan politik tidak jadi maju.

Tapi kemungkinan kali ini sangat berpeluang besar di pasangkan dengan mulyadi , karena mulyadi ingin suara total di tanah datar, tentu saja mulyadi berharap betty istri pak shadique urung maju dipilkada di tanah datar karena akan memecah belah suara dukungan Mulyadi – Shadique di Dapil Sumbar Satu dan Khususnya Tanah Datar

Mulyadi Pilih Shadique atau Ali Mukni tentu Parpol Pendukung Koalisi Demokrat juga harus di kompromikan sebab berkaca pada pilkada sumbar , ada paslon yang ketinggalan kereta saat pendaftaran atau tidak didaftarkan parpol nya

Kemungkinan ada poros baru , untuk paslon ke 5 tetap ada apabila antara ali mukni dan shadique satu diantaranya tidak jadi berpasangan dengan mulyadi

“Bisa saja dengan Bupati Solok atau walikota Solok”.tutup FDB

(ril)

Komentar